M : Mudah dan Mantap
Lagu anak-anak hendaknya mudah dinyanyikan. Lagu yang mudah dapat diidentifikasi dari susunan melodinya yang simple dan terjangkau ambitus suara mereka. Lagu yang sulit akan membuat anak frustasi dan cenderung bernyanyi sumbang atau fals. Dan mengajarkannya harus mantap ekspresif, jangan ragu, bimbang dan lemas. Ikhlaskan diri anda bergembira bersama mereka, saat mengajarkan lagu-lagu bernuansa keceriaan. Sebaliknya, sekali waktu ajarkan mereka keseriusan dan suasana khusyu’ saat mengajarkan lagu-lagu bertema keagungan Ilahi. Ekspresi anda dalam menyampaikan lagu seringkali lebih penting dibandingkan konten lagu itu sendiri. Ingat kesungguhan anda berbanding lurus dengan perhatian anak.
U : Unjuk gigi dan Ulangi lagi
Ingat esensi bernyanyi bagi anak bukan menjadikan mereka artis penyanyi, tapi memberi kesempatan aktualisasi diri (unjuk gigi). Maka jangan paksa anak menyanyi sendiri bila tak mau. Saat menyanyi bersama, biasanya mereka akan menyanyi dengan penuh semangat dan antusias. Dari situ tampaklah, lagu menjadi sarana ekspresi yang penting bagi anak-anak. Dan cara mengajarkannya adalah dengan cara mengulang-ulangi. Pengulangan ini bisa dilakukan secara langsung melalui proses pembelajaran, namun dapat pula kita lakukan menggunakan media bantu elektronik. Memutarkan kaset dan cd musik saat anak mengikuti kegiatan di kelas atau saat mereka bermain di halaman adalah pilihan tepat melakukan pengulangan materi lagu yang telah diajarkan.
S : Sederhana, santai dan Senang
Kesederhanaan lagu anak-anak tercermin dari lirik atau Syair yang digunakan. Beberapa pakar mengatakan, syair yang sederhana biasanya memiliki ciri-ciri: pendek, mudah dipahami dan mudah diucapkan anak-anak. Syair yang pendek akan memudahkan anak menghafal. Syair yang pendek membuat anak berkesempatan mengatur nafas saat menyanyi, dan syair yang pendek membuat anak tak mudah bosan. Tujuan mengajak anak berdendang adalah menciptakan suasana santai, senang dan gembira, sehingga anak tak jenuh belajar. Oleh karenanya, cara mengejarkan lagu anak-anak jga harus fariatif, santai dan menyenangkan.
I : Indah makna dan Indah gaya
Guru harus memilihkan lagu dengan keindahan makna bukan sekedar lagu ‘asal-asalan’. Keindahan makna lagu biasanya tercermin dari keindahan bahasa syairnya. Minimnya (sosialisasi) lagu-lagu edukatif untuk anak-anak mendorong banyak guru TK membuat lagu gubahan, dengan menyusun sub lirik baru dari lagu yang sudah dikenal. Langkah ini perlu mendapat apresiasi positif. Selain karena dorongan kreativitas mereka, niatan positif mengajarkan lagu dengan muatan materi yang baik tentu menjadi latar belakang terkuat para guru ini. Ekspresi gerak Guru saat mengajarkan lagu selain memiliki fungsi meningkatkan gairah dan motivasi belajar, juga bermanfaat sebagai jembatan keledai pengajaran sebuah lagu. Gerak ilustrasi yang dilakukan guru saat menyanyi, tanpa disadari telah membantu dan mempercepat anak menghafal dan menguasai lagu yang diajarkan
K : Ketauladanan seni dan Kantong Ilmu
Gunakan lagu anak-anak untuk mengajarkan konsep-konsep sederhana. Urutan bilangan, nama benda, warna, bahkan kisah tokoh tauladan dapat diajarkan dengan lagu. Itulah sebabnya lagu anak disebut juga kantong ilmu. Artinya lagu membawa “pesan” edukasi pada anak-anak. Pesan-pesan edukatif tersebut tidak harus dimaknai secara formal dan kaku. Akhirnya, bagi anak-anak ketauladanan seni jauh lebih bermakna daripada sekedar tujuan-tujuan ketrampilan seni di depan. Seni yang bersifat indah, jujur, tak meggurui dan membahagiakan semestinya dapat memberi bentuk ketauladanan hidup. Bila anak bahagia belajar maka insya allah akan menjadi pembelajar sejati. Melalui ketauladanan seni, guru dan murid, orang tua dan ana-anaknya saling belajar makna hidup dan kehidupan.
Wahai pribadi-pribadi muslim sejati, jangan malu belajar dari masa lalu. Masa bocah kita, adalah masa dendang kencana indah penuh tauladan moral dan inspirasi kreativitas. Mari berdendang lagi! Mari hidup ceria kembali.
Lagu anak-anak hendaknya mudah dinyanyikan. Lagu yang mudah dapat diidentifikasi dari susunan melodinya yang simple dan terjangkau ambitus suara mereka. Lagu yang sulit akan membuat anak frustasi dan cenderung bernyanyi sumbang atau fals. Dan mengajarkannya harus mantap ekspresif, jangan ragu, bimbang dan lemas. Ikhlaskan diri anda bergembira bersama mereka, saat mengajarkan lagu-lagu bernuansa keceriaan. Sebaliknya, sekali waktu ajarkan mereka keseriusan dan suasana khusyu’ saat mengajarkan lagu-lagu bertema keagungan Ilahi. Ekspresi anda dalam menyampaikan lagu seringkali lebih penting dibandingkan konten lagu itu sendiri. Ingat kesungguhan anda berbanding lurus dengan perhatian anak.
U : Unjuk gigi dan Ulangi lagi
Ingat esensi bernyanyi bagi anak bukan menjadikan mereka artis penyanyi, tapi memberi kesempatan aktualisasi diri (unjuk gigi). Maka jangan paksa anak menyanyi sendiri bila tak mau. Saat menyanyi bersama, biasanya mereka akan menyanyi dengan penuh semangat dan antusias. Dari situ tampaklah, lagu menjadi sarana ekspresi yang penting bagi anak-anak. Dan cara mengajarkannya adalah dengan cara mengulang-ulangi. Pengulangan ini bisa dilakukan secara langsung melalui proses pembelajaran, namun dapat pula kita lakukan menggunakan media bantu elektronik. Memutarkan kaset dan cd musik saat anak mengikuti kegiatan di kelas atau saat mereka bermain di halaman adalah pilihan tepat melakukan pengulangan materi lagu yang telah diajarkan.
S : Sederhana, santai dan Senang
Kesederhanaan lagu anak-anak tercermin dari lirik atau Syair yang digunakan. Beberapa pakar mengatakan, syair yang sederhana biasanya memiliki ciri-ciri: pendek, mudah dipahami dan mudah diucapkan anak-anak. Syair yang pendek akan memudahkan anak menghafal. Syair yang pendek membuat anak berkesempatan mengatur nafas saat menyanyi, dan syair yang pendek membuat anak tak mudah bosan. Tujuan mengajak anak berdendang adalah menciptakan suasana santai, senang dan gembira, sehingga anak tak jenuh belajar. Oleh karenanya, cara mengejarkan lagu anak-anak jga harus fariatif, santai dan menyenangkan.
I : Indah makna dan Indah gaya
Guru harus memilihkan lagu dengan keindahan makna bukan sekedar lagu ‘asal-asalan’. Keindahan makna lagu biasanya tercermin dari keindahan bahasa syairnya. Minimnya (sosialisasi) lagu-lagu edukatif untuk anak-anak mendorong banyak guru TK membuat lagu gubahan, dengan menyusun sub lirik baru dari lagu yang sudah dikenal. Langkah ini perlu mendapat apresiasi positif. Selain karena dorongan kreativitas mereka, niatan positif mengajarkan lagu dengan muatan materi yang baik tentu menjadi latar belakang terkuat para guru ini. Ekspresi gerak Guru saat mengajarkan lagu selain memiliki fungsi meningkatkan gairah dan motivasi belajar, juga bermanfaat sebagai jembatan keledai pengajaran sebuah lagu. Gerak ilustrasi yang dilakukan guru saat menyanyi, tanpa disadari telah membantu dan mempercepat anak menghafal dan menguasai lagu yang diajarkan
K : Ketauladanan seni dan Kantong Ilmu
Gunakan lagu anak-anak untuk mengajarkan konsep-konsep sederhana. Urutan bilangan, nama benda, warna, bahkan kisah tokoh tauladan dapat diajarkan dengan lagu. Itulah sebabnya lagu anak disebut juga kantong ilmu. Artinya lagu membawa “pesan” edukasi pada anak-anak. Pesan-pesan edukatif tersebut tidak harus dimaknai secara formal dan kaku. Akhirnya, bagi anak-anak ketauladanan seni jauh lebih bermakna daripada sekedar tujuan-tujuan ketrampilan seni di depan. Seni yang bersifat indah, jujur, tak meggurui dan membahagiakan semestinya dapat memberi bentuk ketauladanan hidup. Bila anak bahagia belajar maka insya allah akan menjadi pembelajar sejati. Melalui ketauladanan seni, guru dan murid, orang tua dan ana-anaknya saling belajar makna hidup dan kehidupan.
Wahai pribadi-pribadi muslim sejati, jangan malu belajar dari masa lalu. Masa bocah kita, adalah masa dendang kencana indah penuh tauladan moral dan inspirasi kreativitas. Mari berdendang lagi! Mari hidup ceria kembali.